Seperti layaknya sebuah tawuran besar yg sudah di depan mata,dengan masing-masing siswa yg terlibat sudah siap dengan batu dan gesper runcing, untuk kemudian dibubarkan begitu saja oleh bapak Wakil Kepala Sekolah.
Like a masturbation without any ejaculation.
Atau sebuah pesta ajeb-ajeb dimana semua pesertanya sudah kepalang tinggi dihanyut substansi memabukkan,ketika mendadak pihak berwajib menggrebek dan merazia satu persatu pengunjung;memaksa mereka sadar mendadak ketika sudah nyaris sampai di titik yang diinginkan.
Gantung.
Bukan lagu dari Melly tepatnya. Tapi suasana itu yg saya rasakan ketika mendapati kenyataan konser As I Lay Dying di delay ampe tanggal 30 November besok, karena band yg bersangkutan terkena imbas demonstrasi besar-besaran di Bangkok. Mereka terjebak di sana dalam perjalanan menuju Jakarta, dan memaksa mereka menempuh perjalanan darat sambung-menyambung menjadi satu demi sampai ke Kamboja,untuk kemudian menemukan penerbangan tercepat ke Nusantara.
OK, itu derita mereka sendiri sih. Yg bikin ngegantung itu adalah ketika pihak panitia tidak merelease kabar apapun sampai ke hari H (dan jam D). Saya termasuk yg kecele. Dari rumah sudah ready dengan stelan standar yg membuat saya terlihat seperti kloningan Permadi SH. Well,dress code standar emang sudah begitu aslinya. Mental sudah disiapkan untuk sebisa mungkin gila-gilaan nantinya,terlibat circle pit atau pusaran moshing sangat dihalalkan,dan pastinya dinantikan. Belum perjalanan mengarungi macet karena saya harus menembus jam pulang kerja warga ibu kota yg sudah hilang urat sabarnya, serobot sini-sana.
Hanya untuk menemukan dua buah flyer putih yg tidak terlalu gede, berisikan permintaan maaf blahblahblah dan menyatakan konser diundur sampai tanggal 30 November.
Pertunjukan emang bukannya batal. Tiket juga bukannya hangus. Apalagi buat saya dan partner nonton si Ibong yg beruntung mendapat dua tiket gretongan, modal cepet-cepetan nelpon doang. Tapi perasaan harus menunda sesuatu ketika semuanya sudah di depan mata itu yg bikin males. Ngegantungin aja. Saya bisa ngebayangin perasaan penumpang di dua mobil minibus berplat L yg terpaksa balik kanan mendapati sang flyer. Saya juga turut prihatin buat metalhead yg sudah datang jauh-jauh, dari wilayah sudut Jakarta yg benar-benar di sudutnya,untuk kemudian hanya bisa terpana membaca si pengumuman durjana. Dari email yg dikirim Tim Lambesis, sang vokalis,mereka sudah menghadapi masalah di Bangkok dari tanggal 25 November, which is only two days left from the D-Day. Kenapa sih panitia tidak cekatan memberitahukan kemungkinan diundurkan ini lebih dini, sebelum para metalhead ini terlanjur datang ke venue? Dalam hal ini, masih lebih bagusan nasib simpatisan Rihanna kalo begitu, yg tau kabar batalnya acara sehari sebelumnya. Itu kalo dari sisi manajemen informasi promotor acara ya.
Well,paling nggak masih ada janji kalo AILD bakal bener-bener di depan mata tanggal 30 besok,dengan Burgerkill menggunting pita. Tertunda tiga hari lebih baik daripada ingkar janji sama sekali. Walau rasa menggantung ini masih mengganggu dikit,but cincaylah.
See you at the nearest circle pit,then!