Archive for April, 2006

SIBICMadeMeSick

Tuesday, April 25th, 2006

Hola, amigos! Minggu yg menarik. Dimulai dgn mingle with Pdg’s UG gigs di hari Minggu, menikmati sajian musik cadas terhangat, campur mosh pit yg chaos - dimana beberapa pria kampungan beremosi tinggi diharapkan tidak bergabung untuk pogo - , beers everywhere without any desire to join hehe. Eh, taunya masih ada warga Black yg masih terjebak dgn dogma ’sadis is gahar’. Yg memakai dan membunuh seekor kelinci dan merpati ga tau apa-apa hanya untuk sekedar jadi aksi panggung, yg sejujurnya, menyedihkan. Gue pikir itu kebiasaan udah lama banget ilang, taunya ganti generasi eh tabiat juga diwarisi. Ada yg make shirt ‘Kami Bukan Pemuja Setan’, sementara kelakuan malah sebaliknya. Even evil has a reason to kill, right? Mungkin alih-alih membeset binatang ga berdosa, biar lebih gahar ya nyakitin diri sendiri kek, tipikal Slipknot ato Rammstein gitu. Nah, itu baru gahar! Self suffering lebih rock! Hehe. The rest is good, many cool bands roaring, growling and grounding there.

Selasa, gue gawean di SIBIC. Pergi cari data di Centre of Studies of Islam and Minangkabau di Veteran. Alih-alih dapet bahan, eh jadinya interview ama Direkturnya. Setelah dapet wawancara yg bagus, gue mau ngomplitin biodata responden. Kaya gini nih pembicaraannya :

Gue : " Jadi Buya *gue manggil respondennya gitu* lahir taon berapa?"

Buya: " 11 Agustus 1935 (set! Toku juga, seumur bokap gue kalo bokap masih hidup tuh)

Gue : " Baik. Selain di PPMI ini, Buya ada jabatan lainnya?"

Buya: *melirik sebel, mngkn mikir, nih anak wawancara ga prepare bgt seh?* Yah, selain Direktur di sini, Buya juga Ketua MUI Sumbar, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia cab. Sumbar, dan anggota Dewan Penasehat ICMI Sumbar…"

Gue : *dalem ati* Gosh! Who the hell i’m interview with??

Sodara-sodara, si Buya ternyata bernama lengkap H. Mas’oed Abidin, salah satu ulama dan pemikir Sumbar paling berpengaruh saat ini. Beliau juga ngasih gue salah satu buku karangannya ke gue abis interview. Stupid you, Dimas! Ngga pake persiapan apa-apa kecuali kuesioner 3 lembar. Anyway, untuk ukuran org penting, si Buya ternyata amat membumi *ya dong, kalo do’i melayang laen lagi ceritanya* dan tetep ramah menghadapi org baru yg aneh ini. Bhewehehe. Then, got treated by Dedeq on a wonderful evening meal. Abis itu sih niatnya ke pantai, but awan gelap udah ga jelas gitu di langit. Pulang deh.

Horehorehore!!! Long live English Premiership!!! Arsenal maju ke Stade de France tgl 17 Mei ntar buat Final Champion League. Pasti ketemunya Barca. Dan taunya emang iye ketemu anak2 Camp Nou. Hehehe. Milan tuh ga pake banget! Cheers. Against animal violence,will ya!

Ngawur

Sunday, April 16th, 2006

  Cayooo.

  Week-end ga seru. Paling pas malem Minggu kemaren hang out bareng drummer gue tercinta, yg telah sembuh dari luka-di-otot-tendon-cenderung-deket-fibula a.k.a terkilir biasa. Kita pergi menjemput temennya b’ Brur sang gitaris untuk mengantarkan titipan sekaligus membawa sang dua temen tersebut menikmati hawa Pdg di waktu malem yg, sejujurnya, standard aja sih. Ketemu Scapegoat di warung ternama biasa tempat kita rendezvous  *jadinya kok kayak Dewi Yull ya.."bukit berbungaaa, rendezvous beerduaaaa"….* Terus, ya muter dikit ampe gue minjemin MP3 ke sang drummer, yg isinya grup2 metal terbaru yg sound-nya niscaya akan membuat calon mertua anda melengoskan kepalanya dari anda dengan hina, untuk kemudian meracuni putrinya yang sekaligus pacar anda itu bahwa : anda itu tidak layak bersanding dgn anaknya; bahwa anda ada tendensi menjadi mass killer dikombinasi kanibalisme dengan selera musik seperti itu (btw, emang ada riset ilmiah yg mengatakan kalo Sumanto demen As I Lay Dying??); bahwa bagaimana mungkin mengharapkan anda romantis ketika selera musik anda mampu menghabiskan separuh populasi tetangga terdekat dalam kecongekan sesaat maupun permanen? Hehehe. Again, who cares? Mengutip statement 50 Cent : I AM WHAT I AM. Ngga ada tuh korelasi logis antara musik, atau buku, atau apapun, dengan kelakuan tiap hari. Kalo ada contoh buruk, gue pastiin itu lantaran ada faktor lain. Botol miras, barangkali. Atau sengaja dengan sendirinya ber-attitude kasar supaya keliatan gaharnya. Fiiiuuh.

   Dari situ gue pengen jadinya ngupas masalah kepura-puraan lagi. Hipokritisme  *ada gitu istilahnya?* . Gue kadang kasian kalo ngliat ada orang yg mesti memakai ‘topeng’ bila ngadepin situasi yg mengharapkan dia matching dgn kondisi. OK, menyesuaikan diri itu lain soal. Lo emang kudu rapi kalo mau gawe, kecuali gawean lo tidak terlalu mengharapkan kerapian lo. Mungkin untuk satu hal ini, gue kudu bersyukur banget pernah kerja di tempat dimana gue tetap bisa pake sneaker dan jeans, kemeja kerja ga perlu masuk, dan headphone tetap di telinga. Cuman ketika kita dituntut jadi pasif, sementara kita aslinya enerjik ; ketika semua perintah atasan adalah sabda pandita ratu, sementara kita bisa bikin inisiatif yg lebih hebat dari itu ; ketika dosen eneg ngliat kita berkaos oblong only, sementara perasaan tuh otak letaknya di kepala deh, bukan di pakaian ; maka kondisi memaksa kita ber ‘topeng’. Ngga tau napa, emang iklim di negara kita tuh masih gitu. Bungkusan tetep lebih penting dari isi, atau, begitu bungkusan lo jelek, maka isi lo gak bakal diacuhin. Padahal, bahkan intan pun adanya di dalem cangkang yg jelek banget kan? Emas juga kudu diayak dulu dari sungai atu lumpur yg itemnya naujubillah. Sutra * benangnya, bukan kondom!* datengnya aja dari ulat. So? Mungkin yg bisa gue bilang adalah kalo kita tuh kudu tetep menjaga self-esteem kita untuk tetap bertahan. Jangan over juga sih, karena jatuhnya jadi belagu. Mungkin di awal kita tetep perlu adaptasi, tapi kalo kita konsisten nunjukin mutu kita yg aslinya, lama-kelamaan atmosfir di sekeliling akan mulai berpihak ke kita. Percayalah. We don’t need to kiss someone’s ass to be well fitted kok.

   ….Dan bahasan gue yg berbuih dan sok nggurui ini hanya karena MP3 metal?? Dammit, Dimas!! Huheehehe.

   Lalala. Mending denger ‘When One Eight Become Two Zeros’nya Glassjaw. Nambah nutrisi ke otak kecil gue.

H.O.A.X

Thursday, April 13th, 2006

  Dear folks.

  Without any willingness to consider, i’m realizing that i had entered for the second semester for my program. Meaning, i have to start thinking for my thesis proposal. Dunno for sure, but the only thing passing in my narrow brain dealing with this stuff is my previous company. Seems to be interesting if i could observe their Community Development program, and find either positive or negative impact of that against the poor people nearby their site. But, this also means i have to run the research in Riau, which definitely will cost me a lot then other students in my class. By the way, it’s still tentative, so any probability may occurs in half way.

  My drummer get such a dislocation on his knee. Gee! Something funny happen to this band. Five members with four different location currently. I’ll even get a wet dream for waiting another rehearsal with all the guys.

   My playlist during this week is  Glassjaw’s Everything You Ever Wanted to Know About Silence and Hell is for Heroes’s The Neon Handshake. Yeah, it’s just an album from 6 years ago for Glassjaw, but still i put my best applause for the new sound of this band. The music is sooo brutal. The vocalist is sooooo out of pitch. Ross Robinson once again prove himself as one of the greatest talent scout for metal genre, after Korn and Slipknot. What’s up with your voice, Mr. Palumbo? Even in Roadrunner United album, your way of singing is weird but truly expressive.

   I’ve met some weirdo along last two weeks, who don’t know for sure what and how they will fill their own life. Either no destination to go or too many goals to grab, i don’t know for sure. No guiding light nor people for directing. OR, too ambisious with all craps, like they have thousand hands to get this and that and pose like an Octopuss. Only two words for them : who cares? Save your own life and i’ll save mine, thank you. 

   Good day!

   P.S : PLEASE don’t ever forward any message or bulletin board from so-called Friendster manager which stated that if the user not pass the message through their friends, then their FS account will be deleted. That’s totally fucking hoax. Grow up guys. Let’s say that’s true, then are you will die if your FS account being deleted? Is this website being your second soul? I’m disturbed by bunch of similar bulletin board and message like that, so STOP IT.

   2nd Good day!

TheTarandamTales : CloseYourEyes part III

Tuesday, April 4th, 2006

  Gila. Badan gue berasa remuk Selasa kemaren. Bermula dari ketiadaan dana memadai di Senin malam, karena si PaulvanHarlingen-those-jerk-from-SIBIC belon ngirimin reimburse cash gue untuk bulan Maret, dan akan mentransfernya Selasa pagi. Huh. Jadilah gue berteman favorit anak kost se-Indonesia, makanan legendaris, yang diborong dengan sukacita setiap kiriman datang……Indomie. 3 packs for one plate. Djoko ngambek sepanjang malem, hanya karena dia cuman dapet dua sendok mie. Untuk diketahui, kucing kalo kepepet mau kok makan aja. Masalahnya, perut kucing goblog gue ini kayaknya KEPEPET mulu. Kangkung lewat, gulai nangka ayo, mie goreng mah tandas ama die. Mungkin ni makhluk reinkarnasi jin Tomang. Anyhow, karena asupan makanan yg keliatannya aja banyak cuman nihil manfaat buat badan, ya itu tadi, gue lemes ampe bangun pagi.

   Paginya, setelah jalan dikit ke ATM untuk ngambil dana, gue sarapan bubur Champion  *kampiun mah kalo istilah Padangnye..got it?*. Then, goes away to campus. Meet my former Head Department di S1 dulu buat minta CV untuk bahan laporan gue. Chat a while di YM. Ketemu Ria di Jepun ama Uthe di Jkt. Makan. Trus baca2 di tempat nongkrong paling cool buat maniak bacaan tapi pengen hemat..the famous Pdg Theatre. Take Ashar. And make a wonderful afternoon meal with Dede’ at KFC. Mahgrib di rumah Mia, dan nyambung jilid ke 3 GhostSweeperMinami  *anjrit! the foolest Japan’s comic currently issued*. Scapegoat ga keluar malem itu, katanya sih reunian ama temennya dari Bdg.

   Malem lagi dah. Ga bisa tidur ampe tengah 2. Pergi ke rumah induk untuk nonton quarter final Champion League, setelah sebelumnya bangunin si maniak Inter, Buntat. Olympic Lyon kalah mengenaskan mulai menit ke 88, gara2 si Pippo ama Sheva. Buntat lebih tragis lagi. Inter terbenam lantaran The Yellow Submarine mengalahkan mereka 1-0 dan unggul agregat. Gue ga gitu konsen, lantaran Arsenal baru maen besok paginya. Gue bukan pencinta Arsenal  *glory glory Manchester United!!!* tapi berhubung tinggal mereka klub Premiership yg tersisa, ya kudu kompromi.

   Baru tidur setelah Subuh. Joko dengan huruf D melingkar di depan pintu.

   Close my eyes.

4BloodyLetters

Monday, April 3rd, 2006

Love is not a bunch of methods for ask

Love is a set of arts of giving

Love is totally not dealing with someone’s past

Love is how to build your future in

Don’t ever ask what your couple has done and gave to you

Instead, ask yourself : have you ever save them from feeling blue?

Have you ever being a shoulder when they mostly need to lie onto?

Being a handkerchief wiping their tears

Keep them totally safe from fears

And be the person listen them carefully, be their lovely ears