Archive for October, 2006

TheTarandamTales : GloomyLebaran Part IX

Tuesday, October 31st, 2006

  No other things more bitter than seeing your mother dying on your hugs. To see her imperfect breath, realizing that she is not even know me as her son * and so does my other bro and sis * is completely stab me deeply. All what i can do is only whispering syahadat words on her right ear, trying to help her to be more calm.

  Yeah, that’s what happen toward us on last Eid Mubarak. Nyokap mendadak terkena stroke untuk yg ke 3 kalinya Selasa Idul Fitri hari ke dua kemaren. Nafas beliau mendadak terdengar seperti ngorok, dan seluruh tubuhnya kaku. Oow.

  Gue heran, ternyata story standar RS meminta jaminan itu masih ada aja. Gue kira setelah kena kasus penolakan pasien flu burung kemaren, RS-RS pada tobat nelantarin pasiennya. The fact was, keluarga gue kena juga di Honoris Moderland Tangerang. Udah jelas hari libur Lebaran gitu kan Bank- Bank pada tutup yak, jadi kita ga ada yg megang cash, so STNK mobil jadi jaminan deh untuk sehari doang. Eh, si mbak bagian pendaftaran rawat inap ngeyel, dan meminta kunci mobil juga dititipin sekalian. Dikata kita ga perlu mondar-mandir apa? Lebih taeknya lagi, itu berarti nganggap kita bakal ada kemungkinan buat kabur. Comeee ooon. Yg didalem lagi dirawat dengan banyak selang dan pipa aneh itu adalah IBU KITA.  Yang ada, abang gue nomor dua, yg Bataknya ga terapus-apus walau udah 12 taon di Bali, ngedeketin mukanya ke muka si mbak  * eh, bukan dicium loh, dideketin doang :P * dan ngomong kayak gini :

   " Eh, dek, gimana kalo kejadian ini terjadinya ama mamak kau? Ada jugak kau hepeng segitu mendadak kek gini?? "

   Tentu dong, paras muka ala orang Mandailing bagian pesisir di Tapanuli Selatan sana mendadak muncul dari tampang Javanese-like abang gue, yg emang kadang2 muncul sisi gelap dan petaknya tampang Batak bila diperlukan.

   Wah, keruan deh tu mbak2 lembut mengkeret, dan cuman bisa bilang :

   "Ma, maaf pak, tapi ini memang sudah prosedur. Tapi ya kalau begitu kita akan terima jaminan ini. " Huh. Dari tadi kek. Masak kudu pake urat dulu?

  Anyway, akhirnya nyokap kita pindahin ke Pavilyun Kartika RSPAD, dan kemudian di RSPADnya sendiri, demi mengejar layanan ASKES di situ. Swasta ga nahan bo’! Alhamdullillahnya, meski masih di ICU, nyokap pelan2 mulai membaik, getting more stabil than before. Semoga beliau cepet keluar dari RS…

  Btw, Burgerkill ‘ Beyond Coma And Despair’ OK banget loh! Gila! Effort mencengangkan hasil transisi dari pahlawan hardcore ke ksatria metal yang berskill tinggi. Diadu ama line-up regular HellFest juga udah boleh tuh. Screaming alm. Scumbag makin merindingkan bulu kuduk, duet gitar Ebenz- Agung memenuhi rongga dada ibumu saking tebelnya; belon dengan melodi2 yg dihasilkan, dan terakhir permainan drum yg menakjubkan dari Andris yg bermutasi secara sempurna dari bassis ke drummer, walau di album ini dia tetap mengisi sektor bass dan baru digantikan Toteng ketika BK tampil live. Top notch!!

  Ciao!

   

Introduce:Honotjoroko!

Friday, October 13th, 2006

*Inspired by one night full of dangdut and Malaysian songs, the time when all of us get fly without taking any flying substance*

  Let me introduce my band’s full member, sekumpulan orang pyscho-narsistik yang kebetulan punya dua hobi sama : musik metal dan mencela orang. Well, this list is compiled based on age order. Jadi, yang paling uzur yang duluan.

1. Ruri Wirasadu, selalu dipanggil Broer/Bang Broer/BRKL/Kenyot (?) : Gitaris bertubuh semlohai bin lencir, yang secara absurd berencana mengambil les balet. Paling melek gadget, baik duniawi ataupun akhirat. Bersenjatakan istri kesayangan, gitar full sticker BC Rich yang konon pernah ditawar ama gitaris Tarantula dan Soneta. Ajak beliau bicara, dan kalian akan terkagum-kagum dengan keluasan wawasannya, mulai dari masalah interior ampe akting Miyabi terkini. Kini menghadapi dilema pilihan klasik : anaknya atau ibunya ya? Cukup pelik memang.

2. Pramu Wirasadu, a.k.a Amu/Bang Amu/Si Ganteng (ini atas request diri sendiri) : mengisi posisi beduk Inggris, terkenal dengan fill-in drum yang nyeleneh, dimana Chris Adler dari Lamb of God pernah ngotot pengen ketemu ama dia, buat…ngedate. Bertubuh tidak kalah sexy dengan pria di atas; secara mereka terhubung secara genetika; lelaki ini dikelilingi wanita-wanita pemuja tetapi beliau telah berikrar setia untuk Dhea Ananda. Sekarang sibuk menempuh jarak aspal yang kalau diakumulasikan akan sama dengan Bumi-Neptunus PP demi bisnis alat-alat kesehatan. Alat kuret? Jarum ngobat? Tanya dia.

3. Alfansuri, lebih akrabnya Avan : tandem penulis di lini depan. Pria pertama di band yang duluan mengecap manisnya punya kelonan di sisi sebelahnya pas tidur dan ‘tidur’. Idealis, sedikit sentitit *baca :sensitif*, amat sangat melek masalah rekayasa media, hingga bidang kerjanya juga melenceng dari ke-S1-annya. Pernah berduet mengarang lagu yang ampe sekarang hanya bisa diciptakan dan direkam tanpa pernah dibawakan live, saking cepet rima rappingnya.

4. Dimas Cahyadi Putra, ga punya panggilan, bisa dipanggil sama seperti manggil kucing : ngga perlu dibahas!

5. Muhammad Iqbal, akrabnya Ibong : pengisi lini nada rendah. Baru memiliki bass bermerk Crot, sama seperti judul tabloid esek-esek gocengan itu. Berdarah Cina daratan, mungkin dari Yunan, asal nenek moyang bangsa kita. Bekerja di konglomerasi media pimpinan Dahlan Iskan, dan berminat untuk menerbitkan Hustler Indonesia. Manusia paling sesuai untuk diajak membahas bokep. Punya kebiasaan aneh mengumbar teknik slapping kalau pas tidak tahu kord lagu yang sedang dibawakan.

6. Scapegoat : Emang tidak pernah mau diekspos, baik muka maupun cerita. Tandem terbaru untuk sektor gitar, dengan semangat metal yang menyala-nyala, dan giat mencaci Radja. Pemilik 2083 TC yang membawa seluruh member dan para simpatisan menempuh jalan mudharat ampir setiap malam untuk menikmati segelas teh tarik nikmat di warung India-Arab.

That’s all. Anda tertarik dengan profil kami ini? Cari saja kami di rombengan terdekat. Atau yang agak praktis, mampir di website www.honotjoroko.tk, masuk ke link guestbook, dan go on, silahkan puji ataupun caci kami disitu. Karena, apapun itu, tagline terkenal kami adalah : WHO CARES??

Dadah!