TheTarandamTales : DuringTheDaysOfLoss part X
Wednesday, November 29th, 2006Howdy!
There’s no good vibe around here, actually. Seperti sudah bisa dipastikan sekian persen, Padang selalu diguyur hujan di atas jam 4 sore ampe kira-kira sehabis mahgrib, sekedar untuk memberi kesempatan buat anak-anak kost malang seperti gue gentayangan sebentar menuju warung nasi terdekat membeli pengganjal perut. Dan seperti juga sudah bisa dipastikan, begitu gue nyampe di kamar lagi, hujan langsung turun lagi. Jadi tidak ada kesempatan berlama-lama di luar, kalo ga mau itu nasi ama ikan bakar jadi lembab ga keruan, yang akan berpengaruh fatal bagi selera makan pemakai pertama (gue) dan pemakai kedua (Djoko si buruk rupa). Semenjak musim hujan, kucing burik itu menjadi lebih betah lagi di kamar gue, sentosa menggulung tubuhnya seperti janin di tumpukan boxer dan underwear lainnya (mungkin nih kucing fetish kali yak), dan akan selalu menjadi jam beker yg pas buat melakukan Tahajud karena setiap jam 3 pagi dia akan meraung minta keluar dari kamar, lantaran dia ga bisa keluar dari jendela karena beratnya bobot badan sendiri. Goblog.
Playlist gue bertambah dengan Trivium ‘The Crusade’, 36 Crazyfists ‘Rest Inside The Flames’ dan Thursday ‘ City By The Light Divided’. OK, start with Trivium. Matt Heafy semakin menunjukkan penyembahannya kepada Metallica, Megadeth dan Iron Maiden disini. Tidak ada lagi vokal beringas seperti di Ascendancy, yg ada malah seperti versi muda James Hetfield. Corey Beaulieu semakin menampakkan virtuositasnya. Then, 36 Crazyfists. Anyhow, gue merasa vokal Brock Lindow semakin aneh dan juga melodius di saat bersamaan. Departemen gitar semakin berat dibanding zaman Bitterness The Star dan A Snow Capped Romance. Steve Holt semakin ganas dengan mainannya. Ada track dimana Howard Jones dari KsE ikut menyumbang suara, dan menjadikan track itu sangat KsE sekali. Last, Thursday. Di album ini additional keyboard mereka Andrew Everding sudah resmi menjadi personil tetap. Menjadikan sound2 keyboard menjadi sedikit lebih sering muncul di semua track. Somehow, gue ngrasa effort di album ini kok kurang nendang yak. Masih lebih mantep War All The Time kalo kata gue mah. Tapi tetep, selera ga bisa diperdebatkan.
Tugas2 memburu. Ya kuliah, ya SIBIC. Tapi sepertinya mending ngeduluanin SIBIC dulu deh, demi nafkah masalahnya. Many sucks things happened on my study department, so untuk sementara fuck off dulu deh untuk kuliah.
That’s it. Need to call my sister, asking her bout our preparation for commemorate the 40th day of my beloved mom.