Archive for April, 2007

ForNoOne

Wednesday, April 18th, 2007

  Harmless. Wings. You kill and sending pain in that heavy rain.
  Seems like that old bloody habit of dissapointing others run in your vein.
  Ink. Or mink? Swallow your own words and take it to your grave.
  Inside there you’re getting abused. Tortured. Decapitated. Enslaved.

  Fly. That high. Bring me the horizon you already promised me for century.
  The old saga told by the poets that everyone should be mate of misery.
  Dig. That deep. But there you are, stand still like a fucking statue.
  Act like an android, hoaxing people and show how the total shit are you.

  Pity. No mercy. From here i dare to draw my own line as linear as i could.
  Not you, not even others could full stop me. Even if they really would.
  Enjoy. Your toy. Please, just sit calm and relax on your useless life.
  Say goodbye to the sky you never fly, to the sea you never dive.

  Go on, you moron. Let yourself down on the atmosphere you created with.
  Fulfill your last wishes there and then have a fun landing by utilitates your teeth.

  Now you got something to die for.

InstitutPencabutDjiwaNegeri :LicensedBarbarian

Sunday, April 8th, 2007

  Saya heran.

  Dengan reputasi disamakan dengan sasana tinju bebas yang dilegalkan serta diberi ijazah gitu, masih ada saja orang tua yang mau-maunya mengirimkan anaknya masuk IPDN a.k.a STPDN a.k.a APDN. Serasa mengirimkan anak ke arena penjagalan bebas atas nama "pembinaan", "sambung rasa senior ke junior" dan sejumlah istilah kamuflase menggelikan lainnya yang sengaja diciptakan untuk mengaburkan sarana penyaluran keinginan paling binatang dari seorang manusia, yakni bagaimana melihat orang lain sakit karena kita pukuli sementara dia tidak berdaya, atau didoktrin untuk tidak berdaya, untuk membalasnya.

  Saya pikir, setelah almarhum Wahyu Hidayat sekitar 3-4 tahun yang lalu, tidak akan pernah ada lagi korban jatuh di kampus yang akan menelurkan para pamong negara *pamong negara, bukan aparat militer* ini, yg paling banter cuman jadi Camat. Eh taunya Cliff Muntu masih ada untuk menyusul seniornya. Dipukulin pas latihan marching, atau latihan Marching akal-akalan senior-berotak-di-anus, sekedar mengumpulkan adik-adik junior culun untuk dijadikan sansak pelampiasan dendam tidak jelas warisan generasi sebelumnya. Saya miris melihat kelakuan orang-orang yang katanya pilihan *pilihan El Maut mungkin ya, atau Dajjal?* ini, sepertinya memukul orang yang lebih muda sudah sama signifikannya dengan bernafas. Dan atas nama ketaatan kacamata kuda, juniornya merelakan semua bagian vital tubuh mereka dihajar sepuasnya, seperti masing-masing memang sudah punya permasalahan sebelumnya padahal tidak sama sekali. Tolol juga. Mereka jadinya menyimpan dendam ini bukan untuk dibalaskan ke orang yang memukulnya, tetapi
malah ke generasi selanjutnya. Lingkaran iblis banget!

   Bahkan Akabri semua angkatan tidak pernah berbuntut kematian untuk para kadetnya. Jelas-jelas militer, mereka itu. Kenapa? Karena mereka memang dilatih untuk membunuh, jadi setiap bagian mematikan dari manusia itu sudah mereka hafal, dan itu malah mengurungkan niat mereka untuk memukuli rekannya. Paling banter menampar, dan paling sering juga hukuman yang sekaligus melatih fisik seperti push up dan saudara-saudaranya. Saya tidak tahu persis kondisi pembanding di Akabri, tapi sejauh yang saya tahu memang hanya sampai sejauh itu. Makanya, makhluk paling berbahaya adalah ketika rakyat sipil dilatih ala militer, yang jelas-jelas tidak akan mereka terapkan setelah mereka tamat. Kaget, sekaligus jumawa ngga juntrungan. Mau contoh paling dekat? Liat aja Satpol PP. Itu level paling rendahnya. Jadi, orang bermental macam apa yang kita harapkan dari institusi semacam IPDN, wahana pendidikan tinggi yang terorganisir ini ?  CRAP!

   

ANoteFromShortJourney

Monday, April 2nd, 2007

   Horn-form finger greetings!

   Back to the real world, after spent two days for attended my best friend’s wedding, Mia-Deded. This ceremony, to be honest, turn me mellow, since me and the rest of our so-called bunch of silly guys from Unand’s Medicine School, do know exactly the long and windy road of this couple’s love story. Conflict, third-party disturbance, so on. And finally they can make it after 8 years in a row! I’m so proud and happy for them. I’m spit the tears when they spoke their promise to each other. Do give me a cute niece, will ya?! Love both of you! Don’t forget to check the latest posting on rotten.com!

   On the way to Jakarta, by Batavia Air, i got a story. Right beside me there was an old couple sitting. The appearance of the hubby was quite describing a FPI member, or instead a jamaah tabligh participant : long gamis, kopiah, long beard. When the plane started to take off, his mouth also started blabbering : praying. Looks like he has taken three juz of Qur’an when the carrier finally fly on the sky. I do think; "Jika semua penumpang kaya gini, pasti amanlah penerbangan ya, banyak orang soleh soalnyah".

   Untuk kemudian pikiran itu harus saya tarik jauh-jauh dari pikiran saya.
   Karena, tak lama setelah pramugari selesai ngebagiin air mineral dan kue sepotong, tiba-tiba..
   …terdengar senandung riang dering handphone dari sebelah gue…terdengar seperti salah satu theme song Casper…
   … ya, dari HP si FPI wannabe!
   … bapak setan! Kagak ada gunanya jadi hafidz Qur’an tigapuluh juz dan mempraktekkan segenap doa tolak bala di pesawat, kalo ponsel lo tetap hidup. Ngawur!
   …Keruan orang-orang pada resah melihat ke si bapak, beberapa dengan tatapan mencela, sementara si bapak kalem-enjoy-cool-sukasukaguedwuonks mematikan HPnya. Pengen saya jitak aja.
   Hehe.

   Having some great times in Bogor, when all of the old buddies could make  to re-unite as a gang. Still act as a silly little child, while all of us had risen the ‘one-pack size’ on each belly. Yeah, that’s what i’m missing from these guys. See you on other occasion, fellas! Or, instead, on my own special occasion!

   Tidak lupa memohon pamit kepada my beloved mom on her last resting place…

   Cheers.