TentangPercuma
Pernah nggak nglakuin hal yang kita tahu persis sebenarnya akan agak percuma hasilnya, tapi kita tetap dengan senang hati melakukannya?
Saya pernah, sering malah.
Seperti barusan contohnya. Sudah tau mendung menggantung dengan kemungkinan hujan turun sangat besar, tetap saya bela-belain nyuci motor. Hanya karena emang saya sudah tidak tahan lagi melihat joroknya kendaraan andalan ini. Debunya sampai mengerak, dan jangan-jangan sudah ada cacing disana sini. Resiko mencuci kendaraan ketika hujan mengancam adalah sangat gampang ditebak : ya jorok lagi. Tapi ya gitu, tetap saja saya puas nglihat motor saya bersih, walau mungkin hanya akan bertahan dalam tiga jam ke depan.
Atau seperti hobi saya memandikan si Djoko the buduk cat. Hal ini sebenarnya adalah sama bobotnya seperti menyiram garam ke laut, percuma saja. A big-big useless thing. Karena toh sebentar lagi dia juga akan pulang dengan tubuh kembali dekil, entah karena kecebur got, kesiram oli atau kalah berantem ama kucing tetangga. Tapi menyaksikan dia bersih (walau sesaat) dengan aroma sisa-sisa Body Shop Kitsna yg diperencer dengan air adalah momen yang sedap buat saya (dan mungkin juga hanya buat saya). Kucing saya kembali fresh sekejap! Walau emang hanya benar-benar sekejap!
Begitu juga hidup. Sometimes we are so happy just to have some silly chat with person we adore that much, only to realize that later on the person will picked up by his/her loving one. Atau ketika memiliki sesuatu yang kita beli dengan kartu kredit : puas sekarang, bengek nyicilnya di belakang. Ini jatuhnya seperti makan cabe sih ya, ketika pedas banget kita bersumpah-sumpah untuk tidak memakan benda merah atau hijau terkutuk ini, tetapi ketika pedasnya hilang kita kembali mengulanginnya tanpa rasa ampun, untuk kemudian kembali mengulangi prosedur sebelumnya. Quite stupid, but we love to do that.
Jadi intinya apa? Ya sifat alamiah kita emang gitu sih. We are tend to think about NOW than THEN. Besok is besok, nanti tinggal nanti. The most important thing is sekarang. It doesn’t that matter, anyway. Selama kita senang melakukannya, ya lakukan saja. Selama kita sadar penuh untuk hal yang kita kerjakan. Eling pas melakukannya, dan ikhlas untuk hasil yang kadang gak sesuai di belakangnya. Jangan menjelma menjadi sosok penggerutu untuk hal yang sudah kita lakukan dengan senang hati sebelumnya. Itu saja.
Chiao.
October 27th, 2008 at 10:42 pm
hihihihi sama kayak INRM yang percuma itu hahahahha
October 28th, 2008 at 12:54 am
Wah, ga jadi pertamax gue.
Akhirnya di update juga..
nice, I enjoy ur writing bro..
October 28th, 2008 at 7:35 am
Lo kate blog gue kaskus, Fly, pake acara pertamax
October 29th, 2008 at 12:10 am
Apa toh bang?? ga ngerti, haha…
November 22nd, 2008 at 10:22 am
pengalaman pribadi ni bang…..