Archive for November, 2008

ReviewAILDConcert

Sunday, November 30th, 2008

Berdiri agak ke pinggir untuk rehat sejenak, di depan sana As I Lay Dying sedang membawakan ‘Forever’. Lagu yg tepat untuk ber-sing along ria dan cukup untuk headbanging di tempat.  Terlibat di pusaran moshing yg brutal dan lingkaran circle pit yg terus berlanjut akan sangat menghabiskan energi, kalo dilakukan terus menerus sepanjang konser. Biar terlihat ganas, sebenarnya massa ini amatlah santun. Kalo emang ga mau body contact, berarti jangan ke tengah. Kalo memutuskan terlibat, berarti emosi jangan ikutan. Siapa yg jatuh harap dibantu, tak lupa angkat tinggi sepatu teman yg terlepas karena saking bersemangatnya moshing. Perilaku peduli teman yg mungkin bisa jadi gak bisa ditemukan di konser musik lembut, atau musik lelembut, dimana yg ada hanyalah lautan HP berteknologi tinggi yg sibuk merekam setiap detik dari momen yg ada di depan. Apakah anda sedang menonton pertunjukan live, atau fokus pada usaha mendapatkan pertunjukan konser untuk di rewind? Coba pilih salah satu, anda sudah keluar banyak uang untuk itu. Atau emang dasar tabiat orang gak mau rugi kali ya. Saya rasa kita sepakat kalo kita sedang berada di tengah pertunjukan musik hidup, bukannya pameran HP berkamera.

Cuman, momen yg saya lihat itu sedikit banyaknya didukung oleh fakta tersaringnya penonton AILD dengan harga tiket yg cukup mahal, dengan penjagaan ketat sehingga substansi-substansi memabukkan tidak ada yg lolos ke dalam venue, sesuatu yg sering menjadi pemicu keributan, ataupun kerusuhan yg bisa berujung ke munculnya korban. Kebrutalan yg muncul di tengah moshpit murni having fun, seperti segerombolan anak-anak berkaos hitam yg memiliki cara aneh untuk berolahraga. Memar-memar sudah biasa. Buat yg berkacamata, yakinkan diri anda bahwa posisi si alat bantu penglihatan sudah mantap untuk menemani jenis olahraga yg satu ini. Jatuh hancur terpijak tanggung sendiri.

Burgerkill membuka malam dengan tujuh tembang menggerinda, dengan dua di antaranya sepertinya materi baru buat album mereka berikutnya. Lagu pamungkas adalah ‘Atur Aku’,dibawakan dengan rapinya di bawah tatapan si pencipta lagu asli yg duduk di tribun, mungkin keki dengan fakta bahwa lagunya ternyata bisa menjadi lebih ’setan’ dari aslinya. Huhuhu.

Saya tidak menghitung berapa lagu dibawakan AILD tadi malam. Belasan begitulah. Bagaimana mungkin bisa konsen menghitung berapa lagu yg dibawakan, ketika sepanjang konser kita seperti kerasukan jin aneh yg memaksa kita berhead-banging terus-terusan? Lagu-lagu lawas yg dibawakan ada beberapa, yg saya ingat ada ‘Through Struggle’ ama ‘Illusion’. Too bad, ‘94 Hours’ tidak dibawakan. Sesuai judul turnya, kebanyakan lagu diambil dari album terakhir mereka, An Ocean Between Us. Eben dari BK bermoshing ria tepat di sebelah saya. Gitaris Pain Killer yg jelita berdiri agak di tengah,tentunya keikut sertaan dia untuk moshing hanya akan menimbulkan euforia,jadi sepertinya dia hanya bisa menahan diri saja dengan sesekali headbang, hehehe.

Hail Solucite! Can’t hardly wait for 090309,when the pure American Metal warrior is coming to town. See you all at Lamb Of God’s pit!

SeeYouAtNov30!

Thursday, November 27th, 2008

Seperti layaknya sebuah tawuran besar yg sudah di depan mata,dengan masing-masing siswa yg terlibat sudah siap dengan batu dan gesper runcing, untuk kemudian dibubarkan begitu saja oleh bapak Wakil Kepala Sekolah.

Like a masturbation without any ejaculation.

Atau sebuah pesta ajeb-ajeb dimana semua pesertanya sudah kepalang tinggi dihanyut substansi memabukkan,ketika mendadak pihak berwajib menggrebek dan merazia satu persatu pengunjung;memaksa mereka sadar mendadak ketika sudah nyaris sampai di titik yang diinginkan.

Gantung.

Bukan lagu dari Melly tepatnya. Tapi suasana itu yg saya rasakan ketika mendapati kenyataan konser As I Lay Dying di delay ampe tanggal 30 November besok, karena band yg bersangkutan terkena imbas demonstrasi besar-besaran di Bangkok. Mereka terjebak di sana dalam perjalanan menuju Jakarta, dan memaksa mereka menempuh perjalanan darat sambung-menyambung menjadi satu demi sampai ke Kamboja,untuk kemudian menemukan penerbangan tercepat ke Nusantara.

OK, itu derita mereka sendiri sih. Yg bikin ngegantung itu adalah ketika pihak panitia tidak merelease kabar apapun sampai ke hari H (dan jam D). Saya termasuk yg kecele. Dari rumah sudah ready dengan stelan standar yg membuat saya terlihat seperti kloningan Permadi SH. Well,dress code standar emang sudah begitu aslinya. Mental sudah disiapkan untuk sebisa mungkin gila-gilaan nantinya,terlibat circle pit atau pusaran moshing sangat dihalalkan,dan pastinya dinantikan. Belum perjalanan mengarungi macet karena saya harus menembus jam pulang kerja warga ibu kota yg sudah hilang urat sabarnya, serobot sini-sana.

Hanya untuk menemukan dua buah flyer putih yg tidak terlalu gede, berisikan permintaan maaf blahblahblah dan menyatakan konser diundur sampai tanggal 30 November.

Pertunjukan emang bukannya batal. Tiket juga bukannya hangus. Apalagi buat saya dan partner nonton si Ibong yg beruntung mendapat dua tiket gretongan, modal cepet-cepetan nelpon doang. Tapi perasaan harus menunda sesuatu ketika semuanya sudah di depan mata itu yg bikin males. Ngegantungin aja. Saya bisa ngebayangin perasaan penumpang di dua mobil minibus berplat L yg terpaksa balik kanan mendapati sang flyer. Saya juga turut prihatin buat metalhead yg sudah datang jauh-jauh, dari wilayah sudut Jakarta yg benar-benar di sudutnya,untuk kemudian hanya bisa terpana membaca si pengumuman durjana. Dari email yg dikirim Tim Lambesis, sang vokalis,mereka sudah menghadapi masalah di Bangkok dari tanggal 25 November, which is only two days left from the D-Day. Kenapa sih panitia tidak cekatan memberitahukan kemungkinan diundurkan ini lebih dini, sebelum para metalhead ini terlanjur datang ke venue? Dalam hal ini, masih lebih bagusan nasib simpatisan Rihanna kalo begitu, yg tau kabar batalnya acara sehari sebelumnya. Itu kalo dari sisi manajemen informasi promotor acara ya.

Well,paling nggak masih ada janji kalo AILD bakal bener-bener di depan mata tanggal 30 besok,dengan Burgerkill menggunting pita. Tertunda tiga hari lebih baik daripada ingkar janji sama sekali. Walau rasa menggantung ini masih mengganggu dikit,but cincaylah.

See you at the nearest circle pit,then!